Serba Online – Gak Perlu ke Samsat, Cukup Perpanjang SIM Online

Aplikasi SIM

Langsung melanjutkan artikel sebelumnya, Bayar Denda Tilang Warna Biru, karena memang pagi ini gue dapat infonya 2 hal ini, jadi lumayan, bisa dapet 2 artikel sekaligus, hohoho, mumpung lagi mood ngetik nih, bukan nulis ya, hahaha. Iya ya, jadi mau kondisinya lo menulis atau mengetik, tetep aja profesinya disebut penulis, gak pernah disebut pengetik *sekretaris kali ah*, hahaha.

Lanjut…

Perpanjang SIM online mungkin udah lama ada, tp yang bikin gue emejing n ikut seneng, dan akhirnya menimbulkan mood ngeblog kali ini, adalah adanya aplikasi perpanjangan SIM di android, keren ya!Emang baru tau gue nih, manteb juga! *tiba2 ambil dompet karena teringat kapan SIM A & C gue basi :D*. Yup! Bener aja, tahun ini masa berlaku kedua SIM gue akan habis *pengeluaran ekstra lagi, coy! :(*.

Kalau gitu bisa jadi kesempatan gue mencoba aplikasi android ini. Baiklah, karena sebentar lagi gue harus perpanjang kedua SIM itu *cie, gaya banget punya 2 jenis SIM, padahal SIM-nya doang, nyicil, SIM-nya dl, baru tar motor ma mobilnya, aamiin… :D*, kebetulan banget gue lagi nulis artikelnya, mari langsung kita coba install aplikasinya, namanya SiMobo.

Aplikasi SIM
Aplikasi SIM

Oke, setelah gue liat ini di Playstore, gue baca review2 pengguna, kayaknya masih belum berjalan dengan baik nih aplikasi *jadi langsung ilfil buat nge-instalnya, hehehe* Dan kayaknya belum merata juga nih yang bisa merasakan manfaatnya, bahkan info2nya saat ini baru di Jawa Barat berlakunya.

Udah selesai Jumatan, skrg kita install aplikasinya “sambil ngunyah cilok”, sizenya 9,42 Mb. Paling gak bukan kyk review2 yg ada, gue dah berhasil register n sign in. Yup! Bener aja, pas gue coba isi data SIM, pilihan kabupaten dan kecamatannya cuma kawasan Jawa Barat, sayang banget yak. Jadi memang cuma SIM yang dikeluarkan di Jawa Barat yang bisa memanfaatkan fasilitas ini.

Aplikasi Simobo
Tampilan Awal

Sedikit mengulik tadi, ternyata kita bisa menambahkan update berita, kita bisa upload foto dengan keterangannya, jadi orang lain yang buka aplikasi ini juga bisa liat apa yang kita update, kayak gambar di atas, ada postingan2 dari Bapak2 polisi yang sedang bertugas, yang sekalian memberi info kondisi jalan juga ada.

Aplikasi Simobo
Tampilan awal ketika klik menu-nya

Yang lainnya gak gue ulik2, dah males karena pas isi data, cuma SIM yang dikeluarkan di wilayah Jawa Barat aja. Tapi bisa dilihat dari tampilannya, cukup sederhana *jadi inget sebuah restoran :D* kok pemakaiannya.

Aplikasi Simobo
Form pengisian data SIM

Yah begitulah kira2 aplikasi SiMobo ini, sangat bermanfaat sebenarnya, apalagi bisa mengurangi bahkan membinasakan para calo *bahasa lo!*, tapi sayang baru bisa dimanfaatkan di Jawa Barat saja 😦

Advertisements

Serba Online – Bayar Denda Tilang Warna Biru

Seperti biasa, tiap pagi gue nonton program Pagi Pagi di Net TV, sangat menghibur, sangat cocok menemani waktu sarapan, tontonan ringan, lucu, dan informatif, semua segmen asik, kecuali satu yang gue kurang suka, pas segmen “surprise”, maklum kurang suka yang drama2 realitas sentimentil gitu, hehehe.

Balik ke topik sesuai judul, pagi ini gue dapat informasi mengenai pembayaran denda tilang dan perpanjang SIM secara online dan aplikasi smartphone untuk perpanjang SIM, ini sangat menarik dan tentu saja membantu juga bermanfaat. Kalau yang bayar tilang dan perpanjang SIM online, itu udah lama kali ya, maklum, Alhamdulillah beberapa tahun belakangan gak pernah kena tilang, bukannya gak pernah sih, manusia kan tempatnya khilaf, dan faktor apes juga, hahahaha, yang pasti kite kan berusaha taat aturan, hehehe.

Pembayaran denda tilang secara online, gue yakin sangatlah membantu, tapi kayaknya belum merata di seluruh Indonesia ya, katanya masih proses, baguslah. Ini sangat membantu sekali, karena orang2 juga punya kesibukan masing2, bukan hal yang mudah untuk meninggalkan kegiatan atau kerjaan untuk menghadiri sidang. Namun dengan sistem online ini bukan berarti gak ada sidang, yang gue tau sidang tetap dilaksanakan, entah sidangnya bener2 sidang atau gimana, tapi yang pasti tetap sesuai jadwal sidang yang ditentukan saat misalnya kita pas kena tilang, lalu hakim memutuskan nilai denda tilang kita.

Surat Tilang Merah dan Biru
Sumber: http://www.kumpulanmisteri.com/2015/07/ini-dia-perbedaan-surat-tilang-biru-dan.html

Makanya kalau dari info yang gue dapet, kita baru bisa melakukan pembayaran tilang secara online, sehari setelah jadwal sidang kita, itu berarti hakim sudah memutuskan dan mengeluarkan nilai denda kita berapa, setelah baru baru deh kita bayar ke bank BRI, yang memang udah kerjasama untuk memfasilitasi ini. Entah dengan bank2 lain, tapi dengan adanya fasilitas Bank Bersama, gak ada masalah lagi mestinya ya mau bayar via ATM apa pun, asal memang Bank itu dah termasuk di ATM Bersama.

*Catatan:
Surat tilang ada 2 jenis, berwarna merah dan biru.
Merah : Untuk pembayaran dengan mengikuti sidang terlebih dahulu.
Biru    : Untuk pembayaran di bank BRI, tanpa mengikuti sidang, secara online.

Itu aja tulisan gue soal bayar denda tilang secara online, karena ikut seneng aja 😀

Kamila – Puan Bernyanyi

Kali ini gue pengen blog-in event kemarin yang gue datangi, yang sebelumnya tulisan ini dah gue sebut di artikel sebelumnya, Penasaran Monas.  Puan Bernyanyi adalah tajuk yang dipakai Kamila pada event mereka kemarin. Sebelum membahas eventnya, sedikit penjelasan tentang Kamila dulu ya, siapa tahu ada yang belum tahu.

Kamila in Pink
Foto ini gue yang edit sendiri beberapa waktu lalu, karena di foto ini lah buat gue wajah mereka semua yang paling enak diliat 😀 :p *punten, girls*
Promo
Promo

Kamila adalah 3 wanita cantik yang tergabung dalam sebuah grup, tapi mereka bukan girlband ya, melainkan grup vokal, tapi juga tak hanya vocal, girl power mereka lainnya adalah bermain biola, seru ya!?

Promo Kunang Kunang
Mereka baru merilis single sekaligus video klipnya pada 25 Maret lalu, berjudul Kunang Kunang
Me & Kamila
Me & Kamila – Kebetulan gue hadir juga *gue kan fans merangkap volunteer 😀 :p*

Gak asing ma judul Kunang Kunang? Yup, karena ini memang lagu Ismail Marzuki, yang berada dalam album Tribute to Ismail Marzuki, begitu banyaknya artis dan musisi yang terlibat di album itu.

Sound Check
Sound Check – Datang lebih awal *kayak Jumatan aja :D*

Dan kemarin mereka mengadakan show di Galeri Indonesia Kaya, yang berada di dalam Grand Indonesia, letaknya di lantai 8, tetanggaan dengan Blitz. Acaranya kemarin benar2 seru dan ciamik, keren banget, beruntunglah gue masih bisa menikmati walau pun didapuk buat jadi kameraman dadakan *volunteer setia :p*.


*Joget, mang!*

Sebelum jadi kameraman dadakan, gue pun ditugaskan beli payung hitam *mau nonton konser apa ngelayat sih!? Beruntunglah mencarinya gak susah di pasar Benhil, karena gue emang lagi nginep di rumah teman daerah sono. Berguna juga kan gue pilih tinggal di situ *thanks rumah singgahnya, mas Mo :D*.


Inilah penampakan payung hitamnya. Ow iya, ada Reza “the Groove” juga yang ditarik buat main payung2an *halah*

Konsep acaranya berkaitan dengan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April nanti. Maka dari itu mereka berpakaian cantik dengan berkain2 gitu deh, ayu banget pokoke, tapi tetep hati preman, hahaha. Konsep show mereka kalau gak salah inget semuanya berkonsep medley dan ada juga unsur mashup kayaknya.

Salah Bintang Tamu - Marsheilla Andries
Salah 1 dari 2 Bintang Tamu – Marsheilla Andries

Sepanjang show mereka membawakan lagu2 yang pernah dibawakan oleh wanita2 penyanyi Indonesia, dari Titiek Puspa, Betharia Sonata, Nicky Astria, alm. Nike Ardilla, Anggun C. Sasmi dengan Tua-Tua Keladi-nya, sampai karya masing2 personel 3 Diva maupun Rossa. Medley2 itu dipecah menjadi beberapa segmen, sesuai dengan tema dan isi lirik lagu, ada Medley Rock. Medley Girlband, Medley Kasihan *kasihan banget sih*, dan beberapa segmen lain *ingetnya cuma itu doang :D*.

Kamila with the Audience
After the Show – Hayo, cari gue dimana 😀
Kamila with the Audience
Rame & Seru *gaya bebas berekspresi :D*
Nongkrong
With Mbak Imel, Aes, Mpok Nungky, Mas Bimo (kanan – kiri) – Pasca nonton show, nongkrong ampe 2 segmen, 2 tempat berbeda 😀
Nongkrong
With Mbak Imel, Ares, Mpok Nungky, Mas Bimo (kanan – kiri) – Pasca nonton show, nongkrong ampe 2 segmen, 2 tempat berbeda 😀

Silahkan liat lewat foto2 dan video2nya aja ya, sumbernya gue comot langsung dari koleksi gue, artis2nya, dan crew2nya, hehehe. Sebagai penutup, gue kasih link download single mereka yang berjudul Kunang Kunang di Itunes dan Amazon ya.

Sukses terus buat Kamila. Go girls!!! 🙂

Penasaran Monas

Patriotik amat gue yak malam Minggu mainnya ke museum, eahahaha. Yup, smlm gue iseng ke Monas, krn baru2 ini kunjungan berlaku jam malam di Monas. Karena di hari Minggu-nya gue ada urusan di Grand Indonesia (siapa tahun tar gue blog-in juga kegiatan ini), gue pikir kenapa gak dari malam Minggu aja gue ke Jakarta, karena syukurnya ada rumah singgah di Jakarta, di kawasan Benhil/Pejompongan, yang dekat kemana2, monas dekat, Grand Indonesia juga dekat, daripada gue kudu balik ke rumah kakak gue, di Bekasi.

image

Ini benar2 perjalanan yang cukup spontan, tadinya mau naik bus aja ke Kampung Rambutan, terus baru kepikiran kenapa gak naik kereta aja, turun Gambir langsung sebrangnya Monas. Tp akhirnya singkat cerita daripada ribet, gue pilih naik travel Baraya aja, karena deket ma tempat tinggal, gue sih cukup jalan aja. Awalnya bingung apakah Baraya ada yang lewat Monas, ah udahlah, langsung aja tanya ke Baraya-nya nanti, pede aja gue krn hari Sabtu pasti sepi yang ke Jakarta. Tanya2, emang gak ada yang lewat Monas, yang paling mendekati kalau gak tujuan Sarinah, atau Cikini. Akhirnya gue pilih Cikini karena gak lama lagi jadwalnya, jam 16.15. Pas berangkat, pas ujan, isi travel kosong, gue pilih belakang, emang paling enak kalau naik travel kosong tuh ye, bagian depan sih lumayan ada beberapa orang.

image

Sampailah gue di Cikini, sekitar jam setengah 8 mungkin. Langsung buka maps, sebelumnya udah browsing angkutan2nya buat menuju Monas-nya. Pas buka maps ternyata cuma 2,2 km, jalan ajalah, karena emang gue doyan jalan, asik juga malem2 gini susuri jalanan kota. Singkat cerita gue sampai di Monas, pintu masuknya membingungkan, sebelum masuk Monas banyak orang berjualan dengan kinsep bentuknya kayak pasar malam, sayang gak gue foto. Petunjuk2nya sangat kurang, dari mulai gerbang masuk ke kawasan Monas-nya, juga mau masuk ke dalam bangunan Monas. Sempat bingung, clingak-clinguk muterin Monas, ampe kaki gue meletup, karena gue pas gak pake sepatu yang sesuai buat jalan jauh, akhirnya ketemu pintu masuknya.

image

Dari foto di atas, ada tangga turun, jadi kita lewatin terowongan dulu gitu.

image

image

Jujur gue baru ini masuk Monas, niatnya pengen naik ke puncaknya dan liat “pecahan beling” kota Jakarta, tapi apa daya, udah gak bisa naik, karena emang dibatasi cuma 700 orang, sempat agak merayu gue, biar bisa masuk 1 orang doang, dari Bandung neh! Hahaha.

image

Yah, daripada gue gak dapat apa2, gue masuk ke musemnya aja, toh cuma Rp 5.000 ini, kalau ke puncak, Rp 15.000 kalau gak salah.

image

Tibalah gue di dalam museum, dengan ruangan yang guede banget, tapi kosong, hahaha, sayang banget, jadi museum itu cuma ada patung2 kecil di dalam kaca, lalu ada keterangan dari tiap peristiwa yang digambarkan oleh patung2 miniatur itu.

image

image

image

Bagus sih miniatur2nya, menarik, cuma sayang aja gedung segede gaban gitu kosong banget, di dalam gak dingin juga, untungnya sepi, tapi memang Jakarta lagi panas2nya, masa ada angin malam, tapi gak berasa sejuk, di pengukur digital jg sempat gue liat suhunya 29 derajat koma sekian gitu, hadeuh….

image

Yang paling gue suka ada musholanya, kebetulan gue belum sholat, enak tempatnya, sambil istirahat bentar, karena kaki gue perih juga.

image

image

image

image

image

image

image

Jadi begitulah cerita singkat gue ke Monas, hehehe.